Label

Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Mei 2014

*****
                Aku tidak pernah terlalu tua untuk nonton film Barbie, dan ketika ada yang menanyakan? Kapan aku berhenti nonton film Barbie dengan senang hati akan kujawab dengan ‘ntar kalo aku sudah dikutuk jadi Barbie yang ketemu Ken yang jadi Prince Charming, hehehe.’ Artinya, takkan pernah!
            Judulnya saja membuatku jatuh cinta! Barbie in The Pink Shoes! Sepatu?
Petualangan dimulai!
Cewek mana sih yang tidak suka sepatu? (tapi aku sebal dengan ukuran kakiku yang membuatku kesulitan mendapatkan sepatu, tapi yeah aku suka sepatu!) Sebelum si Barbie Krystin, beberapa dongeng terkenal lainnya telah menggunakan keajaiban sang sepatu sebagai salah satu benda ajaib dalam kisahnya, sebut saja kisah cinta fenomenal Cinderella dan juga Dorothy dari Wizard of Oz (berharap seperti Cinderella ketika Prince Charmingku melamar, lupakan soal cincin, aku ingin dilamar dengan sepasang sepatu indah! Dongeng sungguh mempengaruhi hidupku! Hehehe). Yeah kejaiban berasal dari sepatu balet berwarna Pink!
Terjebak di kisah Swan Lake
            Film ini diawali dengan gladi resik sebelum pertunjukan balet yang akan dihadiri pencari bakat untuk itu Madame Natasha benar-benar berharap penampilan anak-anak didiknya harus Semmmmmpurna! Madame Natasha sangat terobsesi dengan kesempurnaan. Cuma seseorang yang membuat Madame Natasha bangga dengan kesempurnaannya, jelas bukan si Barbie Krystin! Tapi Tara. Krystin sama sekali bukan favorite madame Natasha, Krystin sungguh payah! Dia menari sesuka hati, dia membiarkan melodi membiarkan kaki-kakinya menari sendiri. Itu bencana karena madame Natasha benci itu dan....lupakan soal para pencari bakat yang akan memilihnya, masih ada Tara yang sempurna dan juga....sial! di saat gladi insiden menimpah Krystin dan sepatu baletnya rusak.